Dilanda Badai Mulai Gelora,
Sudah Tersurat Kita Bertemu,
Menerbit Kasih Cinta Membara.
Duduk Bersimpuh Menjahit Kain,
Dara Memakai Baju Yang Merah,
kenapa Dulu Berjanji lain,
Diungkit Kini Kanda Nak Marah.
Mentari Tersenyum, Sinarnya Melimpah,
Ramai Orang Menyidai Kain,
Di Dalam hatiku Telah Bersumpah,
Hanya Diri Mu, Tiada Yang Lain.
Pada Dinda, kasih Tak Kenal Rupa,
Harta Pun Tidak, Pangkat Pun Bukan,
Memang Dinda Tak Cantik Paras Rupa,
Apa Nak Buat, Allah Yang Tentukan.
Kasihan Sungguh Pungguk Merayu,
Suara Gemersik Mendayu-Dayu,
Ku Kirim Salam Pada Sang Bayu,
Agar Ingatan Mu Tak Pudar Layu.
Inang Menari Berlenggang-Lenggok,
Indah Berseri Seni Berzaman,
Kalau Tuan Sudi Datanglah Menjengok,
Hatiku Sunyi Hendakkan Teman.
Pilu Sungguh Hati Dang Anum,
Bila Kasih Suami Berpaling Tadah,
Cintaku Pupuk Kian Ranum,
Walau Banyak Halangan Tetap Ku Tabah.
Selendang Ungu Pemberian kanda,
Bila Berjalan Dipakai Selalu,
Namamu Terukir Di Dalam Dada,
Bila Rindu, Ku Seru Selalu...

No comments:
Post a Comment