Tika kau hadir menyapa,
aku bagai musafir kehausan,
hilang kasih, hilang sayang,
kau datang memberi harapan.
Kau hulur kasih disaat aku begitu memerlukan,
ku anyam angan bertaut harapan,
ku kira ucapan manis adalah kejujuran,
tetapi nyata ia hanya gurauan.
Kasih mu ku semai mewangi ditaman,
namun rendang mu tak menyapu laman,
oh...kekasih yang ku angan,
apa kah cinta mu jua begini gerangan?
Pada hati yang masih berharap,
ku pohon doa ku pohon hajat,
moga dengan rahmanMu kau memberi rahmat,
hati ku dan hati mu bersatu hingga akhirat.
Bukan mudah memadam rasa,
pada kekasih yang amat dicinta,
bagai belati menghiris tajam,
begitu luka berparut di dalam.
Tuturmu bagai melumat jiwa,
namun kasih tak pernah derhaka,
ku pujuk hati ku ubat luka,
biarpun jiwa ini merana.
cinta ku hulur,cinta sejati,
cinta tidak bertualang di hati,
cinta ku ini ku bawa ke mati,
biar berbahagia di negeri abadi.
nukilan : Qaseh Armera, 12.09 am 3/8/2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment